Google January 2012 / Waliangers

.


Rangkaian Upacara dan Makna Hari Raya Galungan



Penjor
TUMPEK WARIGA
Jatuh pada hari Saniscara, Kliwon, Wuku Wariga, atau 25 hari sebelum Galungan. Upacara ngerasakin dan ngatagin dilaksanakan untuk memuja Bhatara Sangkara, manifestasi Hyang Widhi, memohon kesuburan tanaman yang berguna bagi kehidupan manusia.

ANGGARA KASIH JULUNGWANGI
Hari Anggara, Kliwon, Wuku Julungwangi atau 15 hari sebelum Galungan. Upacara memberi lelabaan kepada watek Butha dengan mecaru alit di Sanggah pamerajan dan Pura, serta mengadakan pembersihan area menjelang tibanya hari Galungan.

BUDA PON SUNGSANG
Hari Buda, Pon, Wuku Sungsang atau 7 hari sebelum Galungan. Disebut pula sebagai hari Sugian Pengenten yaitu mulainya Nguncal Balung. Nguncal artinya melepas atau membuang, balung artinya tulang; secara filosofis berarti melepas atau membuang segala kekuatan yang bersifat negatif (adharma).
Oleh karena itu disebut juga sebagai Sugian Pengenten, artinya ngentenin (mengingatkan) agar manusia selalu waspada pada godaan-godaan adharma.
Pada masa nguncal balung yang berlangsung selama 42 hari (sampai Buda Kliwon Paang) adalah dewasa tidak baik untuk: membangun rumah, tempat suci, membeli ternak peliharaan, dan pawiwahan.

SUGIAN JAWA
Hari Wraspati, Wage, Wuku Sungsang, atau 6 hari sebelum Galungan. Memuja Hyang Widhi di Pura, Sanggah Pamerajan dengan Banten pereresik, punjung, canang burat wangi, canang raka, memohon kesucian dan kelestarian Bhuwana Agung (alam semesta).

SUGIAN BALI
Hari Sukra, Kliwon, Wuku Sungsang, atau 5 hari sebelum Galungan. Memuja Hyang Widhi di Pura, Sanggah Pamerajan dengan Banten pereresik, punjung, canang burat wangi, canang raka, memohon kesucian, dan keselamatan Bhuwana Alit (diri sendiri).

PENYEKEBAN
Hari Redite, Paing, Wuku Dungulan, atau 3 hari sebelum Galungan. Turunnya Sang Bhuta Galungan yang menggoda manusia untuk berbuat adharma. Galung dalam Bahasa Kawi artinya perang; Bhuta Galungan adalah sifat manusia yang ingin berperang atau berkelahi.
Manusia agar menguatkan diri dengan memuja Bhatara Siwa agar dijauhkan dari sifat yang tidak baik itu. Secara simbolis Ibu-ibu memeram buah-buahan dan membuat tape artinya nyekeb (mengungkung/ menguatkan diri).

PENYAJAAN
Hari Soma, Pon, Wuku Dungulan, atau 2 hari sebelum Galungan. Turunnya Sang Bhuta Dungulan yang menggoda manusia lebih kuat lagi untuk berbuat adharma. Dungul dalam Bahasa Kawi artinya takluk; Bhuta Dungulan adalah sifat manusia yang ingin menaklukkan sesama atau sifat ingin menang.
Manusia agar lebih menguatkan diri memuja Bhatara Siwa agar terhindar dari sifat buruk itu. Secara simbolis membuat jaja artinya nyajaang (bersungguh-sungguh membuang sifat dungul).

PENAMPAHAN
Hari Anggara, Wage, Wuku Dungulan, atau 1 hari sebelum Galungan. Turunnya Sang Bhuta Amangkurat yang menggoda manusia lebih-lebih kuat lagi untuk berbuat adharma. Amangkurat dalam Bahasa Kawi artinya berkuasa. Bhuta Amangkurat adalah sifat manusia yang ingin berkuasa.
Manusia agar menuntaskan melawan godaan ini dengan memuja Bhatara Siwa serta mengalahkan kekuatan Sang Bhuta Tiga (Bhuta Galungan, Bhuta Dungulan, dan Bhuta Amangkurat).
Secara simbolis memotong babi “nampah celeng” artinya “nampa” atau bersiap menerima kedatangan Sanghyang Dharma. Babi dikenal sebagai simbol tamas (malas) sehingga membunuh babi juga dapat diartikan sebagai menghilangkan sifat-sifat malas manusia.
Sore hari ditancapkanlah penjor lengkap dengan sarana banten pejati yang mengandung simbol “nyujatiang kayun” dan memuja Hyang Maha Meru (bentuk bambu yang melengkung) atas anugerah-Nya berupa kekuatan dharma yang dituangkan dalam Catur Weda di mana masing-masing Weda disimbolkan dalam hiasan penjor sebagai berikut:

                                 1. lamak simbol Reg Weda,
                                 2. bakang-bakang simbol Atarwa Weda,
                                 3. tamiang simbol Sama Weda, dan
                                 4. sampian simbol Yayur Weda.

Di samping itu penjor juga simbol ucapan terima kasih ke hadapan Hyang Widhi karena sudah dianugerahi kecukupan sandang pangan yang disimbolkan dengan menggantungkan beraneka buah-buahan, umbi-umbian, jajan, dan kain putih kuning.
Pada sandyakala segenap keluarga mabeakala, yaitu upacara pensucian diri untuk menyambut hari raya Galungan.

GALUNGAN
Hari Buda, Kliwon, Wuku Dungulan, merupakan perayaan kemenangan manusia melawan bentuk-bentuk adharma terutama yang ada pada dirinya sendiri. Bhatara-Bhatari turun dari Kahyangan memberkati umat manusia. Persembahyangan di Pura, Sanggah Pamerajan bertujuan mengucapkan terima kasih kepada Hyang Widhi atas anugrah-Nya itu.

MANIS GALUNGAN
Hari Wraspati, Umanis, Wuku Dungulan, 1 hari setelah Galungan, melaksanakan Dharma Santi berupa kunjungan ke keluarga dan kerabat untuk mengucapkan syukur atas kemenangan dharma dan mohon maaf atas kesalahan-kesalahan di masa lalu.
Malam harinya mulai melakukan persembahyangan memuja Dewata Nawa Sangga, mohon agar kemenangan dharma dapat dipertahankan pada diri kita seterusnya.
Pemujaan di malam hari selama sembilan malam sejak hari Manis Galungan sampai hari Penampahan Kuningan disebut sebagai persembahyangan Nawa Ratri (nawa = sembilan, ratri = malam) dimulai berturut-turut memuja Bhatara-Bhatara: Iswara, Mahesora, Brahma, Rudra, Mahadewa, Sangkara, Wisnu, Sambu, dan Tri Purusa (Siwa-Sada Siwa-Parama Siwa).

PEMARIDAN GURU
Hari Saniscara, Pon, Wuku Dungulan, 3 hari setelah Galungan merupakan hari terakhir Wuku Dungulan meneruskan persembahyangan memuja Dewata Nawa Sangga khususnya Bhatara Brahma.

ULIHAN
Hari Redite, Wage, Wuku Kuningan, 4 hari setelah Galungan, Bhatara-Bhatari kembali ke Kahyangan, persembahyangan di Pura atau Sanggah Pamerajan bertujuan mengucapkan terima kasih atas wara nugraha-Nya.

PEMACEKAN AGUNG
Hari Soma, Kliwon, Wuku Kuningan, 5 hari setelah Galungan. Melakukan persembahan sajen (caru) kepada para Bhuta agar tidak mengganggu manusia sehingga Trihitakarana dapat terwujud.

PENAMPAHAN KUNINGAN
Hari Sukra, Wage, Wuku Kuningan, 9 hari setelah Galungan. Manusia bersiap nampa (menyongsong) hari raya Kuningan. Malam harinya persembahyangan terakhir dalam urutan Dewata Nawa Sanga, yaitu pemujaan kepada Sanghyang Tri Purusha (Sisa, Sada Siwa, Parama Siwa).

KUNINGAN
Hari Saniscara, Kliwon, Wuku Kuningan, 10 hari setelah Galungan. Para Bhatara-Bhatari turun dari Kahyangan sampai tengah hari.
Manusia mengucapkan terima kasih kepada Hyang Widhi atas wara nugrahanya berupa kekuatan dharma serta mohon agar kita senantiasa dihindarkan dari perbuatan-perbuatan adharma.
Secara simbolis membuat sesajen dengan nasi kuning sebagai pemberitahuan (nguningang) kepada para preti sentana agar mereka mengikuti jejak leluhurnya merayakan rangkaian hari raya Galungan – Kuningan.
Selain itu menggantungkan “tamiang” di Palinggih-palinggih sebagai tameng atau perisai terhadap serangan kekuatan adharma.

PEGAT UWAKAN
Hari Buda, Kliwon, Wuku Paang, satu bulan atau 35 hari setelah Galungan, merupakan hari terakhir dari rangkaian Galungan. Pegat artinya berpisah, dan uwak artinya kelalaian. Jadi pegat uwakan artinya jangan lalai melaksanakan dharma dalam kehidupan seterusnya setelah Galungan. Berata-berata nguncal balung berakhir, dan selanjutnya roda kehidupan terlaksana sebagaimana biasa.


Description: Rangkaian Upacara dan Makna Hari Raya Galungan

Rating: 4.5

Reviewer: Ngurah Suryatmaja

Item Reviewed: Rangkaian Upacara dan Makna Hari Raya Galungan

Selengkapnya


Yang Terjadi Pada Tubuh Manusia Saat Mati

Sesaat sebelum mati Anda akan merasakan jantung berhenti berdetak, nafas tertahan dan badan bergetar. Anda merasa dingin di telinga. Darah berubah menjadi asam dan tenggorokan berkontraksi.

0 Menit :
Kematian secara medis terjadi ketika otak kehabisan supply oksigen.

1 Menit :
Darah berubah warna dan otot kehilangan kontraksi, isi kantung kemih keluar tanpa izin.

3 Menit :
Sel-sel otak tewas secara masal. Saat ini otak benar-benar berhenti berpikir.

4 - 5 Menit:
Pupil mata membesar dan berselaput. Bola mata mengkerut karena kehilangan tekanan darah.

7 - 9 Menit:
Penghubung ke otak mulai mati, efek yang sama terjadi ketika anda menyaksikan sinetron.
1 - 4 Jam:

Membuat otot kaku dan rambut berdiri, kesannya rambut tetap tumbuh setelah mati.

4 - 6 Jam:
Rigor Mortis * Terus beraksi. Darah yang berkumpul lalu mati dan warna kulit menghitam.

6 Jam:
Otot masih berkontraksi. Proses penghancuran, seperti efek alkohol masih berjalan.

8 Jam:
Suhu tubuh langsung menurun drastis.

24 - 72 Jam:
Isi perut membusuk oleh mikroba dan pankreas mulai mencerna dirinya sendiri !.

36 - 48 Jam:
Rigor Mortis * Berhenti, Tubuh anda selentur penari balerina lagi.

3 - 5 Hari:
Pembusukan mengakibatkan luka skala besar, darah menetes keluar dari mulut dan hidung.

8 - 10 Hari:
Warna tubuh berubah dari hijau ke merah sejalan dengan membusuknya darah.

Beberapa Minggu:
Rambut, Kuku, Dan Gigi dengan mudahnya terlepas.
Satu Bulan:
Kulit Anda mulai mencair !.
Satu Tahun:
Selain tulang-belulang tidak ada lagi yang tersisa dari tubuh anda ! Sekarang Anda adalah saingan Twiggy dan Calista Flockhart.


Description: Yang Terjadi Pada Tubuh Manusia Saat Mati

Rating: 4.5

Reviewer: Ngurah Suryatmaja

Item Reviewed: Yang Terjadi Pada Tubuh Manusia Saat Mati

Selengkapnya


Proses Kehamilan dan Perkembangan Janin Dalam Kandungan

Proses kehamilan adalah proses dimana bertemunya sel telur dengan sel sperma hingga terjadi pembuahan. Proses kehamilan (gestasi) berlangsung selama 40 minggu atau 280 hari dihitung dari hari pertama menstruasi terakhir. Usia kehamilan sendiri adalah 38 minggu, karena dihitung mulai dari tanggal konsepsi (tanggal bersatunya sperma dengan telur), yang terjadi dua minggu setelahnya.

Dalam dunia kedokteran, proses kehamilan dibagi menjadi tiga fase sesuai dengan pertumbuhan fisik bayi. Masing-masing fase tersebut disebut trimester.
  • Trimester Pertama (Minggu 0 – 12)
Dalam fase ini ada tiga periode penting pertumbuhan mulai dari periode germinal sampai periode terbentuknya fetus.
A. Periode Germinal (Minggu 0 – 3)
Proses pembuahan telur oleh sperma yang terjadi pada minggu ke-2 dari hari pertama menstruasi terakhir. Telur yang sudah dibuahi sperma bergerak dari tuba fallopi dan menempel ke dinding uterus (endometrium).
B. Periode Embrio (Minggu 3 – 8 )
Proses dimana sistem syaraf pusat, organ-organ utama dan struktur anatomi mulai terbentuk seperti mata, mulut dan lidah mulai terbentuk, sedangkan hati mulai memproduksi sel darah. Janin mulai berubah dari blastosis menjadi embrio berukuran 1,3 cm dengan kepala yang besar
C. Periode Fetus (Minggu 9 – 12)
Periode dimana semua organ penting terus bertumbuh dengan cepat dan saling berkaitan dan aktivitas otak sangat tinggi.
  • Trimester kedua (Minggu 12 – 24)
Pada trimester kedua ini terjadi peningkatan perkembangan janin.
Pada minggu ke-18 kita bisa melakukan pemeriksaan dengan ultrasongrafi (USG) untuk mengecek kesempurnaan janin, posisi plasenta dan kemungkinan bayi kembar. Jaringan kuku, kulit dan rambut berkembang dan mengeras pada minggu ke 20 – 21. Indera penglihatan dan pendengaran janin mulai berfungsi. Kelopak mata sudah dapat membuka dan menutup. Janin (fetus) mulai tampak sebagai sosok manusia dengan panjang 30 cm.


  • Trimester ketiga (24 -40)
Dalam trimester ini semua organ tubuh tumbuh dengan sempurna. Janin menunjukkan aktivitas motorik yang terkoordinasi seperti menendang atau menonjok serta dia sudah memiliki periode tidur dan bangun. Masa tidurnya jauh lebih lama dibandingkan masa bangun. Paru-paru berkembang pesat menjadi sempurna.
Pada bulan ke-9 ini , janin mengambil posisi kepala di bawah dan siap untuk dilahirkan. Berat bayi lahir berkisar antara 3 -3,5 kg dengan panjang 50 cm. Untuk lebih jelasnya lihat  Perkembangan bayi dalam kandungan (Sumber: Majalah Kesehatan)


Description: Proses Kehamilan dan Perkembangan Janin Dalam Kandungan

Rating: 4.5

Reviewer: Ngurah Suryatmaja

Item Reviewed: Proses Kehamilan dan Perkembangan Janin Dalam Kandungan

Selengkapnya


Kisah Mengharukan

"Sampai maut memisahkan kami." Norma and Gordon Yeager membuktikan janji setia mereka yang terucap saat upacara pernikahan suci pada 1939. Setelah 72 tahun membangun hubungan rumah tangga harmonis, mereka menghembuskan napas pada hari yang sama.

Pekan lalu, keduanya terlibat dalam sebuah kecelakaan fatal. Dengan kondisi tangan masih saling berpegangan, mereka dilarikan ke unit gawat darurat di sebuah rumah sakit di Amerika Serikat.
Pasangan Norma dan Gordon Yeager
Dirawat di ruang intensive care unit (ICU) pegangan tangan mereka tak lepas. Mereka dirawat di dua tempat tidur yang sengaja dirapatkan. Hanya, kondisi mereka tak kunjung membaik.

Masih memegang tangan Norma, Gordon akhirnya menyerah. Pria itu berhenti bernapas, meski layar monitor jantung masih memperlihatkan grafik kerja jantung. "Pada dasarnya, karena mereka berpegangan tangan, jadi debar jantung pasangannya masih terekam di monitor," kata seorang perawat saat melihat sejumlah keluarga bingung melihat apa yang terjadi.

Tepat satu jam kemudian, Norma pun menyerah. Ucapan sang perawat terbukti karena monitor tak lagi memperlihatkan grafik detak jantung. "Pasangan ini saling mencintai begitu dalam, sehingga seolah mereka tak ingin terpisah," kata Donna Sheets, putri tertua mereka.

Keluarga sangat terharu melihat kesetiaan pasangan itu. Mereka memutuskan tak akan melepas pegangan tangan mereka selamanya. Mereka menempatkan jasad Norma dan Gordon dalam satu peti yang sengaja dipesan khusus, sehingga pegangan tangan tak lepas. Setelah kremasi, abu jenazah mereka juga dicampur sebagai simbol cinta abadi.


Description: Kisah Mengharukan

Rating: 4.5

Reviewer: Ngurah Suryatmaja

Item Reviewed: Kisah Mengharukan

Selengkapnya


Kisah Perjuangan Gadis Kecil Yang Rela Mati Demi Negara

Berusia empat tahun ibunya meninggal dunia, lalu hidup bersama kakek dan neneknya.Tetapi, perjuangan untuk kepentingan negara tak pernah pupus hingga akhir hidupnya.

LIU HULAN lahir dengan nama Liu Fulan di desa Yunzhou, Kabupaten Wenshui, Provisi Shanxi (1932-1947). Anak perempuan dari seorang keluarga petani. Saat masih berusia empat tahun, ibunya meninggal dunia karena sakit.

Tidak berapa lama kemudian, Ayah Liu menikah lagi, hingga Liu beserta saudaranya hidup dengan kakek dan neneknya, di Desa yang tidak jauh dari tempat kelahiran Liu.
Lukisan Liu Fulan
Di Desa itu, Liu digambarkan sebagai pahlawan wanita yang menjadi martir, karena dukungannya terhadap perjuangan Eight Route Army, sangat luar biasa. Sehingga Liu disebut “Little Yan’an”. Yan’an sendiri merupakan ibukota kaum komunis pada masa itu.

Memang, Desa tempat tinggal Liu, merupakan basis pergerakan gerilya dimasa Sino-Japanese War II hingga perang saudara antara Komunis Nasionalis. Warga yang menghuni Desa tempat Liu tinggal, sebagian besar adalah anggota Partai Komunis Tiongkok dan terlibat dalam pasukan perbekalan. Mereka aktif mengumpulkan dana dan membuat perlengkapan seperti sepatu dan pakaian bagi pasukan komunis.

Dalam usia 10 tahun (1942) Liu sudah berperan sebagai kurir, untuk mengirimkan surat ke pihak gerilyawan dan sebagai penjaga pada setiap pertemuan desa.

Sebab, mobilisasi wanita untuk berpartisipasi dalam perang gerilya di pihak komunis adalah hal yang umum pada masa pendudukan Jepang dan perang saudara. Apalagi saat itu sedang kampanye persamaan hak wanita.

Secara tegas, Liu Hulan dan pejuang wanita lainnya seperti Liu Suying beralasan ikut berjuang adalah untuk mempertahankan negara menghadapi agresi Jepang. Serta untuk mewujudkan emansipasi wanita.

Menurut Liu, wanita harus mendukung perjuangan kaum pria . Pejuang wanita bisa berpartisipasi dalam hal spionase , sabotase , kurir , perawat dan banyak lagi yang bisa dilakukan. Sikap Liu kian keras untuk tetap ikut digaris berjuangan. Ditambah lagi sikap tentara Komunis yang disiplin , berbeda dengan pasukan Jepang dan pasukan Nasionalis yang dikenal suka menjarah dan melakukan pemerkosaan.

Mengikuti Latihan Khusus

Demi mewujudkan perjuangan, Liu terpaksa menentang keinginan neneknya pada 1945. Liu bersikukuh mengikuti sebuah latihan selama 40 hari yang dikhususkan bagi wanita. Padahal, neneknya menolak keinginan Liu.

Setelah kembali ke desanya , Liu Hulan antusias dalam pekerjaannya menjadi sekretaris unit desa untuk gerakan wanita anti-Jepang. Liu bekerja memobilisasi wanita untuk ikut berjuang, hingga larut malam.

Atas kerja kerasnya, unit wanita yang dipimpin Liu mendapat dukungan dari kaum wanita. Mereka kemudian memberikan dukungan terhadap prajurit dengan membuat perlengkapan seragam dan perawatan bagi prajurit yang terluka.

Tidak hanya itu, Liu Hulan juga terlibat dalam gerakan land reform. Liu membantu dalam alokasi tanah yang berhasil dirampas dari tuan tanah dan diserahkan kepada para petani. Serta membantu menyelesaikan persengketaan yang mungkin timbul dari pembagian tanah tersebut.

Ditolak Jadi Anggota Partai

Pada usia 14 tahun Liu mengajukan permohonan untuk menjadi anggota Partai Komunis Tiongkok. Namun, dengan alasan usia yang masih 14 tahun, keanggotaannya ditunda sampai Liu berusia 18 tahun.

Pada tahun 1946 , partai memutuskan untuk memindahkan kader-kader pemimpin termasuk Liu Hulan ke daerah yang aman di markas gerilyawan. Tetapi Liu Hulan memutuskan untuk tetap berada di desanya dan percaya bahwa usianya yang masih sangat muda akan meloloskan dia dari kecurigaan musuh.

Saat tentara Nasional memasuki desa Liu Hulan pada 12 Januari 1947, untuk menyita hasil panen desa dan mengumpulkan seluruh penduduk kedalam satu tempat.

Ketika itulah, komandan pasukan meminta para anggota PKT untuk menyerahkan diri. Namun, tak satupun yang mengaku, membuat sang komandan berang. Dia pun meminta anak buahnya untuk mengidentifikasi siapa saja yang komunis.Kemudian, beberapa orang termasuk Liu Hulan berhasil di identifikasi dan kemudian dipisahkan.

Melihat Liu masih sangat muda, komandan pasukan membujuk dirinya untuk berubah pikiran dan menjadi informan. Liu tetap menolak tawaran tersebut. Sang komandan kemudian memutuskan untuk memenggal salah satu anggota komunis didepan Liu.

Namun usaha ini tidak berhasil , Liu tetap menolak untuk menyebutkan nama. Komandan memberikan satu kesempatan terakhir yang juga ditolak oleh Liu, Justru Liu menghampiri alat eksekusi didepan penduduk desa lainnya. Hingga akhirnya Liu tewas ditangan tentara.

Kematian Terhormat

Atas dedikasinya , Partai Komunis Tiongkok memberikan keanggotaan penuh secara anumerta kepada Liu Hulan. Mao Zedong menyebut dirinya sebagai “kehidupan yang agung dan kematian terhormat” 

Mao juga meminta Xinhua untuk mempublikasikan kisah kepahlawanan Liu Hulan dan menyerukan rakyat yang berada di wilayah yang sudah dibebaskan untuk mengorganisasi satu studi mengenai dirinya. Liu Hulan menjadi pahlawan nasional setelah Republik Rakyat Tiongkok berdiri di tahun 1949 dan menjadi ikon devosi politik dalam sejarah Partai Komunis Tiongkok.

Kisah Liu Hulan masuk dalam berbagai bentuk puisi , opera, cerita pendek dan buku pelajaran sekolah. Cai Ruhong mempublikasi sebuah surat kepada suatu lembaga pendidikan seni yang secara implisit mengadvokasi batasan ketat terhadap kreativitas siswa dan mengajukan usulan daftar topik yang layak untuk dilukis seperti “Liu Hulan Mengantarkan Sepatu” baik dalam format vertikal (lukisan gulung) maupun lukisan horizontal.

Dimasa Revolusi Kebudayaan , poster-poster Liu Hulan menjadi hadiah yang umum dikalangan Garda Merah. (Poster Liu Hulan , dibuat oleh salah satu Institute seni di Beijing. Tulisan dalam poster itu berkata :” Dihadirkan untuk Tang Fandi. Rakyat diseluruh dunia bersatu ! Hancurkan imperialisme AS . Tahun 1967 , International Woman Day , Beijing Languange Institute).

Liu Hulan menjadi barometer ukuran kepahlawan wanita. Dalam satu insiden , salah satu jurnal di Liaoning mempublikasi satu artikel untuk merehabilitasi Zhang Zhixin [1930-1975] .

Tidak sampai sebulan , artikel itu menjadi kontroversi . Hu Yaobang menyatakan bahwa , Zhang Zhixin adalah seorang pahlawan wanita yang setaraf dengan Liu Hulan.

Pemerintah kemudian mendirikan Liu Hulan Memorial Hall yang terletak di Provinsi Shanxi . Memorial hall rampung dibangun diatas lahan seluas 60 ribu meter persegi, pada bulan Januari 1957 tepat 10 tahun gugurnya Liu Hulan.


Description: Kisah Perjuangan Gadis Kecil Yang Rela Mati Demi Negara

Rating: 4.5

Reviewer: Ngurah Suryatmaja

Item Reviewed: Kisah Perjuangan Gadis Kecil Yang Rela Mati Demi Negara

Selengkapnya


Orang Yang Hidup Senang Sepanjang Hidup

Menurut Aristoteles, tujuan hidup manusia adalah kebahagiaan (eudaimonia). Orang yang sudah bahagia tidak memerlukan apa-apa lagi pada satu sisi, dan pada sisi lain tidak masuk akal jika ia masih ingin mencari sesuatu yang lain

Hidup manusia akan semakin bermutu manakala semakin dapat mencapai apa yang menjadi tujuan hidupnya. Dengan mencapai tujuan hidup, manusia akan mencapai dirinya secara penuh, sehingga mencapai mutu yang terbuka bagi dirinya.




Ini merupakan fakta ilmiah. Tapi jangan salah kira bahwa indikator kesenangan itu adalah harta. Kesenangan yang dimaksud disini adalah sisi kejiwaan. Kalau anda miskin tapi anda merasa bahagia, anda kemungkinan berumur panjang. Ini diistilahkan kesejahteraan subjektif oleh para ilmuan. Tapi sebenarnya kalau anda merasa bahagia tapi anda sakit, hal ini tidak bakal membuat hidup anda panjang. Jika kita menonton film, seorang terkena kanker bisa mendadak sehat karena merasa bahagia, di dunia nyata jawabannya bisa ya atau tidak.

Orang yang merasa hidup senang dan sehat secara fisik adalah orang yang hidupnya paling panjang. Survey menunjukkan faktor kebahagiaan ini menambah panjang usia 7.5 hingga 10 tahun. Lagi pula, orang yang bahagia kemungkinan untuk bunuh diri sangat kecil dan anehnya, kemungkinan untuk menjadi korban kecelakaan juga kecil.

Studi yang paling terkenal dalam hal ini adalah studi biarawati. Biarawati yang hidup bahagia rata-rata wafat pada usia 93.5 tahun, sementara yang merasa tidak senang hidup hanya sampai usia rata-rata 86.6 tahun.

Hal ini sebenarnya lumrah kalau anda memandang bahwa jiwa dan raga adalah satu kesatuan. Saat seseorang senang atau sedih, tekanan darah mereka berubah, begitu juga sejumlah faktor fisiologi lainnya.

Penelitian juga mengungkapkan kalau suami yang merasa sedih setelah ditinggal wafat istrinya, kemungkinannya untuk ikut wafat dalam satu bulan pertama dua kali lipat daripada sebelumnya. Istri yang ditinggal suami? Tiga kali lipat!

Aristoteles sudah sejak dulu mengatakan bahwa kebahagiaan adalah tujuan hidup utama manusia. Meskipun sebagain orang sepakat bahwa kenikmatan dapat membahagiakan, namun kenikmatan itu bukanlah kenyataan itu sendiri. Kenikmatan itu tidak berdiri sendiri, tapi menyertai suatu tindakan. Bagi Aristoteles, seseorang dapat menemukan kebahagiaan sebagai tujuan akhir apabila ia menjalankan fungsinya dengan baik. Nilai tertinggi bagi manusia adalah suatu tindakan yang merealisasikan kemampuan atau potensialitas khas manusia. Dan di masa kini, kita menemukan bahwa kebahagiaan berhubungan langsung dengan kesehatan dan usia yang panjang. Apakah anda bahagia?
 
 


Description: Orang Yang Hidup Senang Sepanjang Hidup

Rating: 4.5

Reviewer: Ngurah Suryatmaja

Item Reviewed: Orang Yang Hidup Senang Sepanjang Hidup

Selengkapnya


SNIPER LEGENDARIS



Simo Hayha
Pernahkah anda membayangkan bagaimana rasanya mencabut 542 nyawa manusia dengan tangan sendiri?? itulah yg dilakukan oleh Simo Hayha seorang sniper finlandia. Diantara sniper-sniper legendaris dunia, nama Simo Hayha merupakan salah satu sosok sniper yang paling sukses dan legendaris. Namanya mungkin tidak seterkenal sniper Uni Soviet Vasily Zaitsev yang kisahnya diangkat dalam film “Enemy at The Gates” namun Simo Hayha merupakan sosok pahlawan Finlandia yang gigih dan tidak pantang menyerah dalam menghadapi invasi besar-besaran tentara merah Uni Soviet terhadap negaranya, sebuah pertempuran yang juga dijuluki “David vs Golliath”.

Dalam perang tersebut Simo Hayha berhasil mengukirkan namanya sebagai sniper paling sukses dengan merontokkan 542 tentara merah Uni Soviet dalam waktu hanya 100 hari, sebuah rekor fantastis untuk seorang sniper. Dengan kemampuan yang milikinya ia dijuluki “White Death” oleh tentara Uni Soviet (musuh nya dia).


Simo Hayha lahir pada tanggal 17 Desember 1905 atau 1906 di sebuah kota Rautajärvi, Finlandia, dekat perbatasan Uni Soviet. sebelumnya Simo Hayha menghabiskan sebagian besar waktunya untuk berburu dan bertani (petani???). Pada tahun 1925 Simo Hayha bergabung dengan angkatan bersenjata Finlandia untuk memenuhi panggilan wajib militer (tentara finland=finnish army). Di saat perang musim dingin pecah pada tahun 1939 antara Finlandia dengan Uni Soviet, Simo Hayha bergabung dengan Pasukan 6 Jaeger Regiment 34. Pada saat itulah Simo Hayha memulai tugasnya sebagai seorang sniper.

Pertarungan antara tentara Finlandia dengan tentara merah Uni Soviet (Soviet red army) di sepanjang Sungai Kolla merupakan salah satu pertarungan heroik bangsa Finlandia, dimana 32 tentara Finlandia harus menghadapi 4000 tentara Uni Soviet. Pada saat itu pula Simo Hayha berhasil merontokkan 542 tentara Uni Soviet dan menjadikan perbukitan di sepanjang sungai Kolla sebagai “Killer Hill” bagi tentara Uni Soviet. Ia bertempur dalam kondisi suhu yang sangat ekstrim antara -20 sampai -40 derajat Celsius dengan pakaian kamuflase berwarna serba putih.
Senjata andalan Simo

Simo Hayha menggunakan senapan M28 dalam aksinya, yang merupakan varian dari senapan Mosin Nagant Uni Soviet. Hal yang sangat unik dan hebat adalah Simo Hayha tidak pernah menggunakan scope (teleskop) seperti yang biasa sniper gunakan pada umumnya, tapi Ia hanya menggunakan pisir pembidik (Iron Sight) untuk membidik korbannya dan masih dapat menembak dengan tepat sampai jarak lebih dari 400m.

Tentunya bukan tanpa alasan bahwa ia tidak menggunakan teleskop untuk membidik, ia berpendapat bahwa lensa teleskop dapat memantulkan cahaya matahari yang dapat membongkar penyamaran seorang sniper, selain itu cuaca dingin bisa menimbulkan embun pada lensa teleskop yang dapat mengganggu bidikan. Simo Hayha juga menggunakan senapan Suomi K-31 SMG (Small Machine Gun) dalam aksinya dan menurut sumber yang tidak diketahui, ia telah membunuh hampir 200 tentara Uni Soviet menggunakan senapan ini.

Suomi K-31 SMG

Pernah Tertembak Kepalanya
Mungkin anda bertanya mengapa foto diatas wajah Simo agak aneh?,
Pada tanggal 4 Maret 1940 nyawanya nyaris melayang setelah rahangnya dihantam sebuah peluru. peluru itu menghancurkan wajah sebelah kiri Simo, teman satu regunya pun sempat mengatakan "Setengah wajahnya hilang!!" saat mereka menolong Simo. Ia mengalami koma hingga akhirnya ia tersadar tujuh hari kemudian, tak lama setelah perang berakhir Atas jasanya yang besar, pangkatnya dinaikkan dari kopral menjadi letnan satu oleh Field Marshal Carl Gustav Emil Mannerheim, pimpinan tertinggi militer Finlandia pada saat itu. Simo Hayha meninggal pada tanggal 1 April 2002 pada usia 96 tahun.

Saat di wawancarai pada tahun 1998 bahwa bagaimana ia bisa menjadi penembak yang baik?, ia menjawab, "Practice." saat ia ditanya apakah anda menyesal telah membunuh banyak orang?, ia menjawab "I did what I was told to as well as I could." 



Description: SNIPER LEGENDARIS

Rating: 4.5

Reviewer: Ngurah Suryatmaja

Item Reviewed: SNIPER LEGENDARIS

Selengkapnya


Korban Petasan di Bali Menyambut Pergantian Tahun Baru 2012


INILAH.COM, Denpasar - Puluhan orang yang mengalami luka-luka akibat petasan dan kecelakaan selama perayaan pergantian tahun dirawat di RSUP Sanglah Denpasar.
Menurut salah seorang petugas Instalasi Rawat Darurat (UGD) di RSUP Sanglah Minggu dini hari, sejak malam pergantian tahun 2012 banyak mobil dan ambulan berdatangan membawa korban kecelakaan lalu lintas dan petasan.
"Sejak sebelum pukul 00.00 Wita pasien terus berdatangan, ada yang terkena petasan dan yang paling banyak karena kecelakaan di jalan," katanya.
Dari data yang diperoleh hingga Senin (1/1) pukul 04.30 Wita, korban kecelakaan yang masuk rumah sakit tersebut sudah ada sekitar 37 orang.
"Sudah 37 orang yang terdata karena kecelakaan, tetapi beberapa pasien lainnya ada juga yang belum terdata, mungkin karena darurat jadi tidak sempat didata," ujarnya.
Sementara itu akibat menyalakan petasan, sejumlah orang juga menjadi korban ledakan. Bahkan, kata petugas rumah sakit itu, satu diantaranya terkena ledakan petasan di bagian kemaluannya, beberapa dialami korban petasan di tangan, jari, serta melukai bagian mata.
"Pasien yang terkena petasan ada sekitar hampir 20 orang, datanya masih belum pasti karena pasien masih ditangani" ujarnya.
Selain banyak terjadi kecelakaan selama malam pergantian tahun, ada tiga orang yang mengalami luka tebas. Belum diketahui pasti penyebab pertengkaran yang yang mengakibatkan tebasan tersebut.
Beberapa korban yang mengalami kecelakaan itu rata-rata tengah dalam keadaan mabuk akibat mengkonsumsi minuman beralkohol berlebihan.
"Yang kecelakaan tadi habis minum ya? mabuk?," tanya seorang petugas keamanan di IRD kepada salah satu teman korban kecelakaan.


Description: Korban Petasan di Bali Menyambut Pergantian Tahun Baru 2012

Rating: 4.5

Reviewer: Ngurah Suryatmaja

Item Reviewed: Korban Petasan di Bali Menyambut Pergantian Tahun Baru 2012

Selengkapnya

Waliangers. Powered by Blogger.